Warga Amerika yang Kabur dari Penjara Bali Akhirnya Kembali Terciduk

Narapidana yang terjerat kasus narkotika asal Amerika, yakni Christian Beasley, pria 32 tahun, yang mana sempat kabur dari Lembaga Pemasyarakatan Kerobokan Bali, 5 hari yang lalu akhirnya bisa ditangkap kembali.

“Ia ditanggap sedang sendirian di salah satu homestay di Pantai Senggigi, Lombok,” ungkap Tonny Nainggolan, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kerobokan, pada salah satu wartawan. Menurutnya, Christian berhasil ditangkap pada hari Jumat, 15 Desember 2017, oleh tim gabungan termasuk juga dari Kepolisian Resor Badung, Bali.

Sempat Kabur

Christian yang kabur dari lembaga pemsyarakatan pasalnya tidak sendiri dalam menjalankan misinya kabur dari lapas. Ia bersama dengan rekannya, yakni Paul Hoffman, pria 57 tahun. Mereka kabur pada hari Senin, 11 Desember 2017 kemarin kira-kira pada jam 04.10 waktu setempat. Mereka juga memanfaatkan kondisi hujan yang sangat deras dan ketika sebagian petugas tengah menunaikan shoalt subuh.

Di penjara, kedua warga negara asing ini adalah penghuni blok yang mana disebut dengan Wisma Lovina. Akan tetapi mereka berada di kamar yang berbeda. Christian sendiri ada di kamar 7 dan Paul ada di kamar 4. Mereka berdua kabur dari kamar milik Christian dengan cara yang jitu yakni dengan menggergaji teralis plafon penjara itu. setelah itu, mereka memanjat tembok yang ada di sisi timur lapas dan turun dengan menggunakan tali. Dari rekaman yang didapat di CCTV, diketahui bahwa ada yang bisa membantu mereka kabur dari lapas.

Saat itu Christian berhasil melarikan diri. Sementara itu Paul langsung saja tertangkap ketika itu terjadi dan saat itu juga Paull langsung terjatuh di atas bedeng buruh bangunan yang mana ada di sisi timur dari lapas. Dan ada seorang pekerja bangunan yang langsung memergoki mereka lalu warga sekitar pun beramai-ramai menangkapnya. Sejak ditangkap lagi, Paul yang mana menjadi narapidana perampokan itu, ditempatkan di ruang berbeda yakni di ruang isolasi.

Ditahan Lagi

Sementara itu, Christian yang berhasil kabur itu masih terus menjadi target pencarian polisi sejak hari Senin itu. christian yang menjadi tahanan kasus penyalahgunaan narkoba mendapatkan vonis dari pengadilan dan kini masih juga berada di dalam tahanan Polres Badung untuk menjalani pemeriksaan. Dan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kerobokan, Tonny Nainggolan juga menambahkan bahwa pihaknya masih juga bekerja sama dengan polisi guna menyelidiki siapakah yang membantu Christian dan Paul kabur. Ia mengungkapkan, “Masih dalam penyelidikan.” Saat ditanyai apakah Christian dan juga Paul akan dikenai pasal baru soal usaha kabur mereka, Tonny mengatakan, “itu tergantung polisi. Nanti kita lihat saja hasil pemeriksaannya.”

Pada bulan Juni, ada empat narapidana asing yang juga melarikan diri dari Penjara Kerobokan.  Cara mereka kabur adalah dengan menggali terowongan sanadomino yang panjangnya sampai 12 meter dengan diameter sepanjang 40 meter. mereka nampaknya mengamalkan usaha pelarian mereka seperti apa yang ada di film berjudul Shawshank Redemption. Keempat narapidana tersebut berasal dari negara yang berbeda. Yang pertama ada Shaun Edward Davidson, WNA Australia. Yang kedua, ada Dimitar Nikolov Illev, WNA asal Bulgaria. Lalu ada Tee Kok King asal Malaysia, dan juga Sayed Mohammed Said yang berasal dari India. Kejahatan yang mereka lakukan di Indonesia bervariasi. Apabila Christian dipidana karena narkotika, ternyata empat narapidana tersebut dipidana karena kasus lainnya juga. Kejahatan mereka dari narkotika, pelanggaran imigrasi, sampai dengan pencurian.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *