Sudah Ditonton 250 Ribu Orang, ‘SI JUKI’ Jadi Film Animasi Indonesia Terlaris

Jelang akhir tahun 2017 yang merupakan pekan liburan Natal dan Tahun Baru, film-film Indonesia seolah panen raya dan berjaya di rumah sendiri. Meskipun ada film-film blockbuster Hollywood seperti STAR WARS: THE LAST JEDI, JUMANJI: WELCOME TO THE JUNGLE hingga PITCH PERFECT 3, film Indonesia mampu berkuasa di berbagai layar bioskop.

 

Sedikitnya ada dua film besar yang dirilis yakni sekuel maha ambisius AYAT-AYAT CINTA 2 dan film drama komedi karya komika Ernest Prakasa, SUSAH SINYAL yang tayang pada 21 Desember 2017. Satu minggu setelah kedua film yang sudah mencatat penonton lebih dari satu juta orang itu, SI JUKI akhirnya tayang. Jika anda tidak tahu, SI JUKI adalah film animasi karya sineas Indonesia yang diangkat dari komik karya Faza Meonk. Sempat dianggap sebelah mata, SI JUKI justru mencetak rekor dengan sudah ditonton lebih dari 243 ribu orang dalam tiga hari penayangannya.

 

Hal ini akhirnya membuat SI JUKI sah sebagai film animasi terlaris di Indonesia sepanjang masa. Karena beberapa film animasi di Indonesia selalu memperoleh hasil yang suram dan dengan mudahnya turun dari layar. Sebut saja seperti KNIGHT KRIS (2017) yang cuma ditonton 10.077 orang, PETUALANGAN SINGA PEMBERANI ATLANTOS 2 (2017) dengan 60.097 orang, BATTLE OF SURABAYA (2015) mengumpulkan 67.424 dan PETUALANGAN SINGA PEMBERANI ATLANTOS (2012) yang meraih 136.042 selama tayangnya.

 

Film Animasi ‘SI JUKI’ Digarap Selama Dua Tahun

 

Sukses menghidupkan franchise WARKOP DKI REBORN yang kedua filmnya mampu mengumpulkan lebih dari 10 juta penonton, membuat Falcon Pictures setia dengan genre komedi. Hanya saja pilihannya dengan genre animasi komedi lewat SI JUKI memang dirasa cukup berani. Bahkan sebelum bisa dirilis dan disaksikan masyarakat, SI JUKI melewati proses yang sangat panjang, seperti dilansir Detik.

 

“Proses produksinya hampir dua tahun lah. Lama di awalnya itu waktu proses bikin cerita. Habis itu ada pemilihan karakter dewa poker dan pembatan animasinya,” ungkap Faza, pencipta sekaligus pengisi suara karakter Juki. Senada dengan Faza, sutradara Daryl Wilson memang mengakui jika proses pembuatan animasi SI JUKI adalah bagian tersulis, “Animasinya memang sulit karena kita pakai teknik 2D animation. Kita harus menyatukan itu semua dan dalam satu detik dibutuhkan 12 gambar. Kita memiliki sekitar 40 orang animator yang terlibat di proyek SI JUKI.”

 

Bahkan salah satu pengisi suaranya yakni aktris Bunga Citra Lestari tak menampik jika proses sulih suara menjadi begitu rumit karena mereka harus merekamnya terlebih dulu sebelum animasi dibuat. Dan setelah proses panjang, SI JUKI pun mampu membuktikan kalau mereka adalah gerbang pembuka pada industri film animasi Tanah Air.

 

Keinginan Si Juki Jadi Ikon Seperti Doraemon

 

Selama ini, masyarakat Indonesia lebih kenal dengan karakter animasi luar negeri terutama Jepang seperti Doraemon. Bahkan robot kucing dari abad ke-22 karya Fujiko F Fujio itu mampu bertahan puluhan tahun lamanya di layar kaca TV Indonesia. Tak heran kalau kesuksesan Doraemon membuat Faza berhasrat jika Juki bisa bernasib sama.

 

“Ini adalah impian saya yang menjadi kenyataan. Sebab sedari kecil saya banyak melihat tayangan ikon animasi non-Indonesia seperti Doreamon dan Kura-Kura Ninja. Tapi kita nggak punya ikon animasi yang ikonik. Kalau Juki berhasil, hal ini akan membangkitkan industri kreatif Tanah Air. Bukan nggak mungkin orang akan berbondong-bondong bikinf ilm animasi juga,” jelas Faza.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *