Bulan: Juni 2019

Apakah Penurunan Prestasi Seseorang Bisa diakibatkan oleh Polusi Udara?

Di masa depan, unit-unit pencegahan tindak kejahatan dan polisi mungkin akan mulai memantau tangkat polusi udara di kota-kotanya, dan juga mengerahkan pasukan ke suatu daerah dengan tingkat polusi yang paling rendah, kapan saja dibutuhkan.

Dampak Negatif Polusi Udara

Hal tersebut mungkin saja terdengar seperti jalan cerita film fiksi ilmian, namun penemuan yang akhir-akhir ini dilakukan menunjukkan bahwa hal tersebut mungkin saja dapat bermanfaat. Kenapa? Di penelitian-penelitian yang sedang dilakukan. Penelitian itu menunjukkan bahwa polusi udara berkaitan dengan terganggunya kemampuan seseorang untuk bisa membuat keputusan, prestasi bermain togel online yang memburuk di sekolah, masalah kesehatan jiwa, dan yang yang mengkhawatirkan adalah peningkatan tindak kejahatan.

Temuan-temuan tersebut jadi makin mengkhawatirkan karena lebih dari setengah populasi di dunia saat ini tinggal di lingkungan perkotaan. Dan lebih banyak dari kita juga yang saat ini sering berpergian di Kawasan-kawasan padat daripada di jaman dulu. Yang mengejutkan juga, WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) mengatakan bahwa 9 dari 10 orang secara rutin pasalnya menghirup udara dengan tingkat polusi yang membahayakan.

Polusi udara membunuh rata-rata tujuh orang setiap tahunnya. Namun apakah di dalam waktu dekat ini kita bakal melihat grafik yang sama untuk kasus pembunuhan?

Dilansiri dari BBC Indonesia, ada beberapa fakta yang menunjukkannya.

Polusi berikan Pengaruh pada Prestasi Seseorang di Sekolah

Tahun 2011 seorang peneliti dari London School of Economics, Sefi Roth merenungkan sejumlah dampak polusi udara. Ia, dengan sangat sadar, mengatakan bahwa dampak negative dari polusi udara adalah untuk kesehatan, meningkatnya pengobatan di rumah sakit, dan juga meningkatnya angka kematian. Namun, mungkin pikirkan adalah ada dampak buruk yang lainnya dari polusi udara di kehidupan umat manusia.

Yang pertama, ia melakukan penelitian dengan mengamati apa polusi udara berpengaruh juga pada kinerja kognitif manusia, misalnya saja. Ia dan juga timnya akhirnya mengamati siswa-siswa yang ikut ujian di hari yang berbeda.

Ia dan timnya juga mengukur berapa banyak pencemaran udara di masing-masing hari tersebut. Seluruh variabelnya sama, ujiannya diikuti oleh siswa dari tingkat Pendidikan yang sama, tempatnya juga sama, selama kurun waktu beberapa hari.

Akhirnya ia menemukan bahwa variasi hasil rata-rata ujian para siswa itu sangat berbeda. Hari-hari dengan tingkat pencemaran udara yang mana paling buruk berhubungan dengan nilai ujian yang terjelek. Di hari-hari dengan kualitas udara terbersih, prestasi belajar siswa-siswa lebih baik lagi.

“Kita dapat melihat penurunan (prestasi) yang jelas di hari-hari dengan tingkat polusi yang jauh lebih tinggi,” ungkap Roth. “Bahkan di beberapa hari sebelum dan juga beberapa sesudahnya, kita tak menemukan dampak apa pun-benar-benar Cuma di hari ujian saja, nilai ujian para siswa menurun secara signifikan,” katanya.

Untuk menentukan efek jangka panjangnya itu, ia kemudian menindaklanjuti hasil penelitian tersebut dengan melihat seperti apa dampak hal itu 8 sampai dengan 10 tahun mendatang. Mereka yang mempunyai prestasi paling buruk di hari paling berpolusi cenderung diterima di universitas yang memiliki peringkat rendah dan mempunyai penghasilan lebih sedikit. Hal ini karena yang diteliti oleh Roth adalah ujuan yang amat sangat berpengaruh pada jenjang Pendidikan mereka di kemudian hari.

“Bahkan jika itu Cuma efek jangka pendek, jika memang terjadi di fase penting hidup seseorang, hal tersebut bisa benar-benar berubah jadi efek jangka Panjang,” ungkapnya. Jadi, penelitian ini memberikan gambaran bahwa polusi udara bisa berpengaruh pada prestasi seseroang di sekolah.