Category: Umroh

Larang selfie di Masjidilharam dan Masjid Nabawi

Kebiasaan yang kerap dilakukan para traveler saat berada di tempat-tempat asing adalah berfoto atau berselfie bahkan saat tengah menjalankan ibadah umroh atau haji.  Tetapi saat ini  pemerintah Arab Saudi telah mengeluarkan larangan resmi untuk berfoto-foto di dua masjid suci yaitu Masjidilharam Mekkah dan Masjid Nabawi Madinah sehingga para calon jamaan umroh atau haji harus lebih berhati-hati.

 

Tak hanya untuk jamaah yang berselfie menggunakan ponsel, peraturan ini juga berlaku bagi mereka yang merekam gambar menggunakan perangkat kamera  SLR, kamera televisi, atau camcorder. Tujuan pemerintah Arab Saudi memberlakukan aturan ini adalah untuk menjaga kesucian kedua tempat ibadah ini.

 

Larangan dilakukan untuk menjaga kesucian masjid dan kekhusyukan beribadah

Bila ada jamaah yang nekat melanggar maka aparat keamanan tak akan segan untuk menindak seperti menghapus gambar atau film togel hk saat di dua tempat suci tersebut atau menyita alat perekamnya. Inilah sebabnya para jamaah diharapkan mematuhi aturan baru ini.

 

Dalam nota diplomatiknya bernomor 270, Kemlu Arab Saudi menghimbau agar Pihak penanggung jawab urusan haji di negara masing-masing memberikan pemahaman kepada para calon jamaah agar tak melakukan perbuatan vulgar termasuk bersenda gurau saat melakukan ritual ibadah serta menghargai perasaan orang lain pada dua masjid tersebut.

 

Tak hanya dikirimkan pada Pemerintah Indonesia, pemberitahuan resmi dari Saudi tersebut juga ditujukan pada Negara-negara di dunia yang mengirimkan jamaah haji setiap tahunnya. Sekitar 3 juta orang datang ke Saudi setiap tahun untuk menjalankan ibadah haji.

 

Larangan dari pemerintah tersebut dikeluarkan mengingat semakin banyaknya jumlah jamaah haji yang berselfie serta wefie di masjid suci tersebut. Kegiatan ini ditakutkan akan mengganggu jamaah lain yang tengah beribahah wajib atau sunnah di masjib tersebut. pemerintah Saudi juga mendesak para penanggung jawab urusan haji dari negara-negara asal jamaah untuk secepatnya menyampaikan hal ini kepada calon jamaah haji yang akan menunaikan ibadah pada 2018. Dikhawatirkan masih banyak jamaah haji yang kemungkinan tidak tahu tentang aturan baru tersebut.

 

Larangan resmi lainnya yang juga baru dipublikasikan adalah menaikkan bendera Negara masing-masing ketika tengah beribadah. Sumber dari Kemlu Arab Saudi mengatakan bahwa para jamaah umumnya melakukan pemotretan pada koridor masjid. Walaupun petugas berwenang telah seringkali menegur tapi beberapa jamaah justru mengelak dan beralasan berfoto untuk kenang-kenangan atau tidak mengetahui tentang larangan pengambilan gambar.

 

Sementara di tahan air  selaku penyelenggaran ibadah haji dan umrah Indonesia pihak Kementerian Agama (Kemenag)mengaku sudah menerima nota diplomatik tersebut dari Saudi. Mastuki, Kepala Biro Humas, Data dan Informasi Kemenag mengatakan, pihaknya telah memeriksa kebenaran tentang aturan terbaru dari Saudi ini melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh. Isi aturan ini bukan hal yang baru, karena sebelumnya pemerintah Saudi juga telah melarang jamaah untuk melakukan aktivitas foto atau mengambil gambar di sela beribadah.

 

Faktanya aturan ini dipublikasikan setelah kasus-kasus jamaah yang mengambil gambar di Masjid Nabawi dengan menyertakan bendera negaranya. Aktivitas ini menurut pemerintah Saudi berdampak merusak hubungan antar negara dan terutama kesucian masjid. Ini karena aktivitas tersebut, terutama selfie dapat merusak kekhusyukan jamaah lain. Selama ini memang dalam kegiatan berfoto tersebut seringkali jamaah kurang mempedulikan kenyamanan orang lain. Tak hanya itu mereka juga kerap berfoto pada tempat-tempat yang riskan seperti Raudhah juga di depan Ka’bah.

 

Yang melegakan, masih menurut Mastuki, hingga saat ini jamaah asal tanah air termasuk cukup patuh dalam mengikuti setiap aturan serta larangan yang telah disampaikan petugas saat masih di Indonesia.